Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 November 2014

JALAN-JALAN KE JC ( Jembatan Cinta )

Pada hari minggu kira-kira tanggal 12 Oktober 2014 aku bersama teman-teman janjian untuk pergi ke JC karena kita penasaran bagaimana sih JC itu dan kami pun berangkat dengan naik motor yaitu saya, Rani dan Ega sebelum berangkat ke JC kita ketemuan dulu janjian agar kita bareng berangkatnya.
Setelah semuanya kita kumpul lalu kita berangkat ke JC, setelah sampai di JC kita lihat banyak orang yang lagi pacaran, jangan salah kita kesana berikan untuk pacaran tapi kita kesana untuk melihat pemnadangannya yang bagus dan kita juga mau foto-foto.

EDELWEISS

Long time ago, there was a handsome young man who wanted to climb the Alp Mountain. The mountain was so cold and covered with thick snow. People said that a beautiful fairy lived in that mountain.
The young man wanted to meet the fairy. He also wanted to see the beautiful palace made of ice. Many people tried to climb the mountain but all of them did not succeed. Some of them gave up before they met the fairy and some others could not stand the cold.

Rabu, 19 November 2014

liburan ke pangandaran

pada liburan semester 1 tahun 2012 aku bersama keluargaku berencana akan berwisata ke pangandaran sambil akan menjenguk nenek di putrapingan. Berangkat dari rumah pagi-pagi sekitar jam 06:00 WIB naik bus jurusan pangandaran. Waktu itu dimobil di sepanjang perjalanan aku melihat pemandangan yang indah.
Setibanya di pangandaran aku dan keluargaku langsung menuju ketepi pantai bermain-main dan berenang bersama keluargaku.
Sore harinya aku bersama keluargaku langsung pulang tetapi akan berkunjung dulu kerumah nenek di putrapingan setibanya dirumah nenek aku langsung bersalaman.

Karena waktu sudah malam saya dan keluarga akan pulang dan berpamitan kepada nenek. Dan alhamdulillah saya dan keluarga pulang dengan selamat.

Selasa, 18 November 2014

liburan ke jakarta

pada suatu hari saya bersama keluarga ke jakarta untuk menengok kaka dan liburan. Saya bersama keluarga siap-siap menuju ke stasiun kereta dan berangkat ke jakarta pada jam

TEKUN AWAL YANG SUKSES

Burung berkicauan, di antara hempasan gelombang yang tinggi menerpa pantai. Nama ku fachri aku hanyalah anak seorang nelayan, penghasilan ayahku tidak terlalu tinggi, tapi kedua orangtua ku tetap berusaha menyuruh aku sekolah.
Sejak SD aku didik untuk belajar, jadi tak heran jika aku sering juara kelas, setelah lulus SD, orangtua ku berhasil menyekolah kan aku di MTs alkautsar demi pemahaman gama islam, supaya kelak aku tau tentang agama.

sebuah nama didesa kecil

Di sebuah daerah yang jauh dari bisingnya kota dan ramainya kendaraan. Sebuah desa yang berada dipulau kecil.desa yang sangat sederhana itu hanya berpenduduk sedikit. Kecil, reot dan pengap adalah suasana dan kenyataan rumah-rumah didesa itu. Desa makmur jaya adalah namanya. Ironi mmasyarakat yang tinggal disana jauh dari kata makmur. Bahkan sangat jauh dari kata jaya. Pendidikan masih menjadi sayatanhati bagi siapa yang melihatnya.

PUTIH ABU-ABU

Prita adalah siswi kelas XI di SMA Harapan Kita. Sejak awal memasuki bangku SMA, prita telah memiliki seorang sahabat yang bernama jessi. Mereka berduaselalu bersama pada setiap kesempatan . bahkan tidak jarang mereka saling menginap dan belajar bersama. Kebersamaan mereka juga terlihat dalam setiap kegiatan ekstra kurikuler serta kegiatan ilmiah yang sering diadakan oleh pihak sekolah. Tidak heran bila guru dan teman-temannya mengenal mereka sebagai sosok siswa yang rajin dan berprestasi. Suatu hari, sekolagh mengadakan seleksi siswa teladan yang nantinya akan mewakili sekolah ke tingkat kabupaten. Seperti biaa, prita dan jessi mengikuti seleksi. Namun dari awal mereka telah sepakat bahwa siapapun nanti yang dinyatakan lolos tidak akan membuat persahabatan mereka retak. Untuk menghadapi seleksi siswa teladan mereka bahkan belajar bersama dengan saling tukar informasi mengenai berbagai refrensi yang mereka dapatkan.

perjalanan seorang santri

Gue gak pernah kefikiran untuk tinggal yang namanya di pesantren. Dan menjadi seorang santri (ngapain juga tinggal di pesantren, mana enak disuruh ngaji terus). Waktu itu adik gue baru lulus SD. Dia gak tahu mau sekolah dimana. Akhirnya bokap gue bilang mending di pesantren aja. Terus gue pojokin mulu dia biar gak mau kalau dimasukin ke pesantren (apa sih enaknya di pesantren?). Ini nih hal yang paling gak gue suka. Gue juga yang akhirnya kena sama bokap gue. Masa iya gue ditawarin masuk ke pesantren. Padahal gue kan udah sekolah di SMP. Emang apes banget nasib gue. Gue dikasih pilihan mau masuk pesantren sekarang (kelas 2 sampai kelas 3) atau nanti waktu SMA. Bingung banget gue waktu ditanya gitu sama bokap. Sewot banget gue waktu itu sampai mogok makan. Ngeselin banget bokap tanya gitu. Udah enak-enak di SMP malah mau dipindahin segala ke pesantren. Setelah difikir-fikir akhirnya gue mau juga. Tapi terpaksa banget tuh. Daripada ntar SMA di pesantren 3 tahun. Mending SMP aja deh cuma 2 tahun.

PENGORBANAN SEORANG SAHABAT

Hari ini adalah hari ulang tahun sahabatku, “Rina”. Dia, terlihat bahagia karena orang tuanya memberinya hadiah yang indah. Sedangkan, teman-teman juga memberinya banyak hadiah.
Tapi, diulang tahunnya kali ini aku tidak bisa memberinya apa-apa. Karena, keluargaku sekarang sedang kesulitan ekonomi. Aku berharap agar Rina mengerti keadaanku sekarang.
Dan, ternyata Rina mengerti keadaan ku sekarang. Rina memang sahabat yang paling baik yang pernah aku miliki.

PENGAJIAN

Ayo, kita ke mesjid! Yusuf mengajak opang yang lagi duduk di teras rumahnya. Nanti dulu, sebentar lagi. Ini masih kenyang, kata opang sambil pegang perutnya. Makanya jangan segala dimakan kalau sudah buka, kata yusuf, sambil duduk disebelah sahabatnya. Makan apa saja, itu perut sampai gendut begitu?.

MERINDUKAN MASA-MASA ITU LAGI

Malam menjelang pagi, atap langit masih remang-remang pudar, disaat umat manusia yang lainnya masih menikmati tidur lelap dan dengan udara yang masih segar. Suhu udara terasa lumayan dingin, aku sudah harus bangun dan mandi air di bak mandi dingin seperti baru mengalir dari kutub utara, kadang-kadang kanya fotocopi ( tidak mandi hanya cuci muka ), itu mungkin kebiasaan buruk.
Suara itu hampir setiap hari kudengarkan “ bangun...bangun....subuh.....subuhhh..

sakura bersemi dihatiku

Namaku adalah Emilia. Aku memiliki seorang sahabat yang begitu sempurna di mataku. Namanya adalah Angela. Kami memiliki satu tujuan yang sama untuk masa depan kami. Negara yang menumbuhkan tunas mimpi yang mendebarkan. Negara itu adalah Jepang. Tujuanku ada disana. Sebuah universitas yang ternama di Osaka. Apalagi kalau bukan Osaka University.

mencontek

Ica tertidur pulas saat Bu Stella menjelaskan pelajaran-pelajaran IPA. “Ca! Bangun Ca!” Bisik Siska membangunkan Ica. “Iya-iya aku bangun..” Jawab Ica dengan mengantuk. “Anak-anak! Sekarang ibu akan beri kalian ulangan! Materinya sesuai dengan yang ibu jelaskan tadi!” Kata Bu Stella dengan tegas.

jejak-jejak keajaiban mimpi

Keajaiban itu, berawal saat mahasiswa baru yang bernama Tira menginjakkan kakinya di sebuah kampus tersohor. Yaitu institut teknologi bandung, dengan tekad yang kuat untuk menuntut ilmu di kampus tersebut. Ia mulai membuat jejak-jejak mimpinya. Setelah disambut dengan hangat di kampus tersebut, ia mulai menuliskan mimpi-mimpinya pada dua lembar kertas dan ia tempelkan pada dinding kamar kostnya. Pada suatu ketika ada teman-teman Tira yang berkunjung ke kostnya dan mereka melihat dua lembar kertas yang tertempel dinding kostnya tersebut mereka membaca isi dari dari dua lembar kertas tersebut yang berisikan impian-impian yang dituliskan oleh Tira. Setelah itu teman-teman Tira pun berkata padanya

nasihat ayah

Aku adalah siswi kelas XI di SMPN 121 JAKARTA UTARA. Aku mempunyai cita-cita yang tinggi. Aku bercita-cita ingin menjadi seorang guru bahasa indonesia, karena aku sangat menyukai pelajaran di bidang sastra dan bahasa. Setelah lulus SMP nanti, aku sangat ingin melanjutlan ke SMAN 75, tetapi orangtua ku tidak mendukung niat ku ini.
Saat di rumah, aku dan keluargaku sedang berkumpul di ruang tamu, ayahku mengawali percakapan dengan menanyakan nilai rapot bayangan ku yang sudah dibagikan.
“Nak bagaimana dengan nilai rapotmu? Apakah kamu puas dengan nilai rapotmu?” tanya ayah kepada ku.

kecut dan telur mata sapinya

Lembar putih berisi soal-soal yang membuat aku geram rasanya ingin aku robek menjadi potongan-potongan kecil dan ku buang ke bak sampah dan berharap agar potongan kertas yang ku buang segera dibawa ke tempat pembakaran sampah. Yap! aku tak tau menahu mengapa aku bisa sebenci ini dengan Mapel Matematika? mungkin bagiku matematika itu pelajaran yang Horror dan meMATIKAn. Tak kusangka serumit inilah angka-angka yang berhamburan di kertas ulangan ini. Rumus?.. aku hafal rumus-rumus itu tapi.. kenapa guru killer itu menyelipkan soal-soal yang memutarbalikan rumus awal? Aku sebal kenapa soal ini tidak sejalan dengan rumus yang aku hafalkan semalam. Ini UH ke -2 Mtk soal itu dicantumkan dengan segelintir Essay sebanyak 5 soal tanpa pilihan ganda. Intinya sekarang aku baru mengisi pertanyaan nomor 1, 3 dan 4. Dan yang paling menjijikan adalah soal nomor 2 dan 5 berkaitan dengan volume gabungan bangun ruang. Sedangkan jarum jam sudah mulai mendekati angka 09.00. Jam di kulit pergelangan tanganku terus berdetak, sesekali kulirik jarum jam ini dan berharap jarumnya mundur kembali ke angka 08.30. Sungguh bodoh!. Aku melirik ke pojok belakang tepat dimana Lucy sahabatku duduk, rupanya dia juga terpotar-patir dengan dengan soal. Aku tak tega melihat wajahnya yang kusam letih. Tapi terpaksa aku memanggilya.

tak ada mawar yang tak berduri

Ketika itu Silvy sedang merenungi nasibnya yang selalu buruk. Ia memang mempunyai hobby melamun, dan merenungi kejadian yang sudah dilaluinya. Saat itu Silvy sedang berada di tepi danau dekat rumahnya. Rupanya ia melamun bahwa dirinya mempunyai cita-cita mulia menjadi seorang guru teladan. Silvy memang mempunyai impian tersebut sejak kecil.
(Dalam lamunannya, Silvy sedang mengajar di sebuah sekolah SMPN ternama di kota. Kala itu ia kebingungan melihat murid kesayangannya tidak masuk sekolah. Sepulang mengajar, ia menemui murid tersebut. Namun tak disangka, di tengah perjalanan ia bertatap muka dengan seorang lelaki dan berkenalan dengannya. Raka, itulah namanya.)

telat

Huh kenapa banyak banget pr sih” gumamku sambil malas-malasan. Aku pikir lebih baik aku tidur terlebih dahulu sekiranya untuk menyegarkan pikiranku dan meningkatkan konsentrasiku nantinya setelah aku bangun kembali.

perjalanan hidup yang menyakitkan

Waktu SD, gua masuk di kelas anak homogen atau kelas pintar. Pas SMP, nilai gua turun banget sampai-sampai banyak banget orang yang ngejek-ngejek dan ngejelek-jelekin gua. Sampai-sampai, orangtua gua juga ikut ngejelek-jelekin gua!! Benci banget dah gua, bukannya malah nyemangatin gua buat kembali raih prestasi gua, malahan mereka ikut ngejelek-jelekin gua, gua sempat berpikir, “gua anak mereka gak sih? Kok gitu amat mereka sama gua?”, kata-kata pedesnya yang paling gua inget tuh “eh lu, belajar sono, lu bego banget sih jadi anak” dan setiap kali gua bantuin mereka, pasti ada aja yang salah di mata mereka.

tekun awal yang sukses

Burung berkicauan, di antara hempasan gelombang yang tinggi menerpa pantai. Nama ku fachri aku hanyalah anak seorang nelayan, penghasilan ayahku tidak terlalu tinggi, tapi kedua orangtua ku tetap berusaha menyuruh aku sekolah.
Sejak SD aku didik untuk belajar, jadi tak heran jika aku sering juara kelas, setelah lulus SD, orangtua ku berhasil menyekolah kan aku di MTs alkautsar demi pemahaman gama islam, supaya kelak aku tau tentang agama.