Ayo, kita ke mesjid! Yusuf
mengajak opang yang lagi duduk di teras rumahnya. Nanti dulu, sebentar lagi.
Ini masih kenyang, kata opang sambil pegang perutnya. Makanya jangan segala
dimakan kalau sudah buka, kata yusuf, sambil duduk disebelah sahabatnya. Makan
apa saja, itu perut sampai gendut begitu?.
Tidak seberapa, hanya candil
setengah rantang. Sebelum makan minum es campur segelas tinggi. Enak banget es
campurnya. Pakai bonteng suri, alpukat dan kelapa muda.
Pantesan samapi begitu. Opang hanya
bisa ketawa, karna merasa. Tidak lama memindahkan obrolan, sekarang giliran
ustad muhtar ya, yang kultum ?.
Iya, kenapa gitu?
Suka ngantuk mendengarkannya.
Mana harus tadarus? Kalau tidak ikutan, kita butuh tanda tangannya dan cap DKM.
Ya, sabar saja. Karna
sekurang-kurangnya kita harus mengumpulkan 20 tanda tangan.
Oh iya, ayo! Kata opang sambil
berdiri. Mau ngambil dulu sarung dan buku kegiatan ramadhan, sambil masuk
kedalam rumah.
Tidak lama sudah keluar lagi.
Sarung di pundak sambil bawa buku. Tangan kirinya membawa kantong plastik.
Cepat nih, dicoba, sambil kasih
kantong ke sahabatnya. Sarikaya buatan teh susi. Rasanya manis. Ditenggorongkan
digin, tidak berpikir panjang dulu. Dia sudah ngambil duluan sepotong.
Katanya udah kenyang, tapi makan
terus, kata yusuf. Mau ya, cepetan sepotong ya.
Tanggung, dah punya wudhu. Tidak apa-apa kan tidak membuat batal.
Tinggal kumur-kumur sebelum masuk ke mesjid. Kata opang sambil terus nawarin
sarikaya.
Akhirnya yusuf mengalah. Sarikaya
sama dia diambil, langsung dimakan. Opang juga sama.
Enak ya? Kalau ga dimakan pasti
menyesal. Kata opang sambil makan sarikaya.
Yusuf yhanya menggangguk.
Itu dua sahabat mau kemesjid,
sambil buru-buru, sebab sudah mendengar yang pupujian :
Ingat umat islam,
Dimana dengar yang adan,
Itu tandanya mengingatkan
Cepat kita ke mesjid.
Sambil solat berjamaah,
Tingkah laku ahli sunah,
Mesjid adalah tempat ibadah
Yang dimaykan sama allah.
Tidak lama sudah mulai solat
isya. Sesuah salah salam langsud wirid. Beres seudah solat taraweh. Jamaah
mendengarkan ceramah.
Opang mulai menguap, cepat
disenggol sama yusuf.
Ngantuk nih, ceramah ustad muhtar
tidak ada bencadanya, sambil berbisik, sambil mengucek mata dengan tangannya,
Sesudah taraweh, dilanjutkan
dengan tadarus. Jamaah duduk, masing-masing membawa qur’an dibacanya bergilir.
Yang tidak kebagian baca hanya mendengarkan saja.
Terdengar suara tukang bakso
pukul mangkok, treng...treng, jauh dari mesjid. Opang kaget.
Saya mau makan bakso dulu, opang
bisik ke sahabatnya.
Kenapa kamu tidak ada kenyangnya,
kata yusuf. Sambil berbisik.
Supaya tidak ngantuk, dan juga
kasihan tukang bakso memanggil terus. Kalau tidak langsung kesana, disangka
kita sombong.
Mengaji dimulai. Yang baca qur’an
saling bergantian, menurut tempat duduk. Waktu sejam lebihg sudah harus beres
dua juz. Yusuf kebagian baca dapat 2 lemabr.
Sudah mengaji hampir jam 10
malam. Langsung bubar, sambil ada yang menginap di mesjid. Yuasuf kadang tidur
di mesjid. Pulang kerumah nanti sebelum sahur.
Kemana ya opang, kata yusuf dalam
hati. Dari tadi tidak muncul ke mesjid, ikut mengaji. Apa langsung pulang
kerumahnya, ah biasa kalau sah duluan pulangnya.
Habis ambil buku yang sudah
dditandatangan dan di cap sama pengurus DKM, sambil buku yang punya opang.
Yusuf keluar dari mesjid. Tapi dibawah emper mesjid ada sendal opang.
Wah opang masih ada disini.
Kirain sudah pulang kerumahnya.
Yusuf masuk lagi kerumahnya,
langsung kebelakang, ketempat penyimpanan karpet. Opang ternya tidur .
kepalanya pakai ganjel sama sajadah bekas dilipat.
Nih, opang...opang, kata yusuf
membangunkan.
Susah juga bangunnya.
Opang...mau tidur disini? Sudah
atuh!@saya mau pulang, kata yusuf.
Yusuf mau pergi, opang langsung
bangun.
Kirain ini sudah imsak, kayak
sudah lama tidurnya.
Ah sama saya maupulang, takut
kesiangan sahur kalau tidur lagi.
Masa tidak ada yang membangunkan
ka dari jam setengah tiga sudah dimulai ngaji, kata yusuf.
Ah pokoknya mau tidur dirumah.
Soalnya dirumah ada lauk pauk yang ku suka, lele dan surawung. Sayang, di
kulkas tdadi simpan sarikaya dua potong.
Ah..kamu mah ke makanan terus
puasa ini. Kalau tidur lagi nati kesiangan, kata usuf sambil ketawa.
Opang
hanya tersenyum-senyum aja.
0 komentar:
Posting Komentar